Pengembangan Kurikulum Ekonomi Syariah untuk Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Rabu, 21 Oktober 2009
Kurikulum Kewirausahaan
Pengembangan Kurikulum Ekonomi Syariah untuk Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Senin, 21 September 2009
Pusat Pengembangan Akhlakul Karimah
(Pendidikan Karakter)
Oleh:
Dr. Attabiq Luthfi, MA
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh”. (Al-A’raaf: 199)
Ayat ini menurut Az-Zamaksyari dan Ibnu Asyur termasuk kategori “Ajma’u Ayatin fi Makarimil Akhlak”, ayat yang paling komprehensif dan lengkap tentang bangunan akhlak yang mulia, karena bangunan sebuah akhlak yang terpuji tidak lepas dari tiga hal yang disebutkan oleh ayat diatas, yaitu mema’afkan atas tindakan dan prilaku yang tidak terpuji dari orang lain, senantiasa berusaha melakukan dan menyebarkan kebaikan, serta berpaling dari tindakan yang tidak patut.
Imam Ar-Razi pula memahami ayat ini sebagai manhaj yang lurus dalam bermu’amalah dengan sesama manusia yang jelas menggambarkan sebuah nilai akhlak yang luhur sebagai cermin akan keluhuran ajaran Islam, terutama di tengah ketidak menentuan bangunan akhlak umat ini.
Secara tematis, mayoritas tema surah Al-A’raaf memang berbicara tentang prilaku dan perbuatan tidak bermoral dan jahil orang-orang musyrik, maka menurut Ibnu ‘Asyur, sesungguhnya ayat ini merupakan solusi yang ditawarkan oleh Al-Qur’an atas perilaku umumnya orang-orang musyrik. Bahkan posisi ayat ini yang berada di akhir surah Al-A’raaf sangat tepat dijadikan sebagai penutup surah dalam pandangan Sayid Quthb dalam tafsir Fi Dzilalil Qur’an karena merupakan arahan dan taujih langsung Allah swt kepada Rasul-Nya Muhammad saw dan orang-orang yang beriman bersama beliau saat mereka berada di Makkah dalam menghadapi kebodohan dan kesesatan orang-orang jahiliyah di Makkah pada periode awal perkembangan Islam.
Berdasarkan tematisasi ayat yang berbicara tentang akhlak mema’afkan, maka ayat yang mengandung perintah mema’afkan ternyata ditujukan khusus untuk Rasulullah SAW sebagai teladan dalam sifat ini. Dalam surah Al-Baqarah: 109 misalnya, Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw agar tetap menjunjung tinggi akhlak mema’afkan kepada setiap yang beliau temui dalam perjalanan dakwahnya. Allah swt berfirman, “Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Bahkan dalam surah Ali Imran: 159, Allah menggambarkan rahasia sukses dakwah Rasulullah saw yang dianugerahi nikmat yang teragung dari Allah swt yaitu nikmat senantiasa bersikap lemah lembut, lapang dada dan mema’afkan terhadap perilaku kasar orang lain , “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.
Secara redaksional, perintah mema’afkan dalam ayat Makarimil Akhlak di atas bersifat umum dalam segala bentuknya. Ibnu ‘Asyur menyimpulkan hal tersebut berdasarkan analisa bahasa pada kata “Al-Afwu” yang merupakan lafadz umum dalam bentuk “ta’riful jinsi” (keumuman dalam jenis dan bentuk mema’afkan). Mema’afkan disini bisa diartikan sebagai sikap berlapang dada, tidak membalas prilaku buruk orang, bahkan mendoakan kebaikan untuk mereka. Namun tetap keumuman Al-Afwu disini tidak mutlak dalam setiap keadaan dan setiap waktu, seperti terhadap orang yang membunuh sesama muslim dengan sengaja tanpa alasan yang benar, atau terhadap orang yang melanggar aturan Allah swt secara terang-terangan berdasarkan nash Al-Qur’an dan hadits yang mengecualikan keumuman tersebut.
Demi keutamaan dan keagungan kandungan ayat diatas, Rasulullah saw menjelaskannya sendiri dalam bentuk tafsir nabawi yang tersebut dalam musnad Imam Ahmad dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah saw pernah memberitahukan kepadanya tentang kemuliaan akhlak penghuni dunia. Rasulullah saw berpesan: “Hendaklah kamu menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang justru berusaha memutuskannya, memberi kepada orang yang selalu berusaha menghalangi kebaikan itu datang kepadamu, serta bersedia mema’afkan terhadap orang yang mendzalimimu”.
Penafsiran Rasulullah saw terhadap ayat diatas sangat jelas korelasinya. Seseorang yang menghubungkan silaturahim kepada orang yang memutuskannya berarti ia telah mema’afkan. Seseorang yang memberi kepada orang yang mengharamkan pemberian berarti ia telah datang kepadanya dengan sesuatu yang ma’ruf. Serta seseorang yang memaafkan kepada orang yang telah berbuat aniaya berarti ia telah berpaling dari orang-orang yang jahil.
Bahkan secara aplikatif, perintah ayat ini mampu membendung emosi Umar bin Khattab saat mendengar kritikan pedas Uyainah bin Hishn atas kepemimpinan Umar. Uyainah berkata kepada Umar, “Wahai Ibnu Khattab, sesungguhnya engkau tidak pernah memberi kebaikan kepada kami dan tidak pernah memutuskan perkara kami dengan adil”. Melihat reaksi kemarahan Umar yang hendak memukul Uyainah, Al-Hurr bin Qays yang mendampingi saudaranya Uyainah mengingatkan umar dengan ayat Makarimil Akhlak, “Ingatlah wahai Umar, Allah telah memerintahkan nabi-Nya agar mampu menahan amarah dan mema’afkan orang lain. Sungguh tindakan engkau termasuk prilaku orang-orang jahil”. Kemudian Al-Hurr membacakan ayat ini. Seketika Umar terdiam merenungkan ayat yang disampaikan oleh saudaranya. Dan semenjak peristiwa ini, Umar sangat mudah tersentuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menegur tindakan atau prilakunya yang kurang terpuji. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas).
Sungguh dalam keseharian kita, di sekeliling kita, tipologi orang-orang jahil, orang-orang yang mengabaikan aturan, norma dan nilai-nilai kebaikan Islam akan sering kita temui. Jika sikap yang kita tunjukkan kepada mereka juga mengabaikan aturan Allah swt, maka bisa jadi kita memang termasuk kelompok orang-orang jahil seperti mereka. Namun kita berharap, mudah-mudahan nilai spritualitas dan moralitas yang telah tertanam selama proses madrasah Ramadhan masih tetap membekas dan mewarnai sikap dan prilaku kehidupan kita, sehingga tampilan akhlak yang mulia senantiasa menyertai ucapan, sikap dan tindakan kita terhadap sesama, untuk kebaikan bersama umat. Allahu A’lam.
Wallohulam Bissawab
Selasa, 18 Agustus 2009
Pusat Pengembangan Akhlakul Karimah
(Pendidikan Karakter)
Judul Buku : Membentuk Karakter Cara Islam
Penulis : M. Anis Matta
Penerbit : Al-I’tishom Cahaya Umat, Jakarta
Tahun : 2002
Ukuran Buku : 90 hal; 12,5 cm x 19 cm
ISBN : 979-3071-11-7
Edisi Cetakan : Cetakan ketiga, Mei 2003
Peringkas : Evyta Ar
Bahasa : Indonesia
Krisis Moral dan Kepribadian
Penyebab terjadinya krisis moral adalah :
- 1. Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika
- 2. Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya
3. Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral
4. Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral
Akhlak Dalam Semua Sisi Kehidupan
Akhlak = Iman + Amal Shalih
Pembentukan prilaku
Faktor-faktor pembentuk perilaku antara lain :
Faktor internal :
- 1. Instink biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus, maka sifat itu akan menjadi perilaku tetapnya, dan seterusnya
2. Kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri
3. Kebutuhan pemikiran, yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikir seseorang seperti mitos, agama, dan sebagainya
Faktor eksternal
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sosial
3. Lingkungan pendidikan
Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu :
- 1. fitriyah, yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia diciptakan, baik sifat fisik maupun jiwa.
2. Muktasabah, yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melalui lingkungan alam dan sosial, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman
Proses pembelajaran
Tahapan perkembangan perilaku
Tahap I (0 – 10 tahun)
Perilaku lahiriyah, metode pengembangannya adalah pengarahan, pembiasaan, keteladanan, penguatan (imbalan) dan pelemahan (hukuman), indoktrinasi
Tahap II ( 11 – 15 tahun)
Perilaku kesadaran, metode pengambangannya adalah penanaman nilai melalui dialog, pembimbingan, dan pelibatan
Tahap III ( 15 tahun ke atas)
Kontrol internal atas perilaku, metode pengembangannya adalah perumusan visi dan misi hidup, dan penguatan tanggung jawab kepada Allah
Ambivalensi Kejiwaan Manusia
Ambivalensi adalah dua garis jiwa yang berbeda bahkan berlawanan, namun saling berhadapan. Fungsinya :
- 1. Merekatkan sisi-sisi kepribadian manusia tetap utuh
2. Memperluas wilayah kepribadian manusia dengan tetap menjaga pusat keseimbangannya
3. Menjaga dinamika perkembangan jiwa manusia
Seseorang akan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik, jika garis jiwa yang ambivalen berjalan dan bergerak secara harmonis, seakan simfoni indah orkestra handal. Maka langkah yang harus ditempuh agar simfoni tersebut mengalun indah dan harmonis adalah :
- 1. Atur posisi dan komposisi garis jiwa itu secara benar, dan hilangkan semua kecenderungan jiwa yang salah
2. Berikan atau tentukan arah kecenderungan jiwa secara benar dan natural.
3. Lihat ekspresinya dalam bentuk sikap dan perilaku kesehariannya
Garis jiwa yang ambivalen ada dalam diri manusia sejak ia lahir sampai ia mati, melekat, dan mewarnai semua sisi kehidupannya. Walaupun demikian, tetap ada perbedaan mendasar tentang objek dan alasan yang melahirkan garis jiwa menjadi perilaku, pada tahapan usia yang berbeda pula.
Pembentukan Kepribadian
Kepribadian terbentuk setelah melalui proses :
- 1. Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai sumber, mungkin agama, ideologi, dan sebagainya
2. Nilai membentuk pola pikir seseorang yang secara keseluruhan ke luar dalam bentuk rumusan visinya
3. Visi turun ke wilayah hati dan membentuk suasana jiwa yang secara keseluruhan keluar dalam bentuk mentalitas
4. Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap
5. Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian
Tiga langkah merubah karakter
1. Terapi kognitif
Cara yang paling efektif untuk memperbaiki karakter dan mengembangkannya adalah dengan memperbaiki cara berfikir
Langkah :
Pengosongan, berarti mengosongkan benak kita dari berbagai bentuk pemikiran yang salah, menyimpang, tidak berdasar, baik dari segi agama maupun akal yang lurus
Kontrol, berarti kita harus mengontrol pikiran-pikiran baru yang melintas dalam benak kita, sebelum berkembang menjadi gagasan yang utuh
Doa, berarti bahwa kita mengharapkan unsur pencerahan Ilahi dalam cara berfikir kita
2. Terapi mental
Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. Tindakan yang harmonis akan mengukir lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis
Langkah :
3. Perbaikan fisik
- 1. Gizi makanan yang baik dan mencukupi kebutuhan
2. Olahraga yang teratur dalam kadar yang cukup
3. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan relaksasi tubuh
Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?”
Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab “Iya, ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”
Pada kesempatan kali ini, saya juga membuat ringkasan bukunya dalam format pdf. Anda bisa mengunduhnya secara gratis. Dan jika anda ingin mempublikasikannya kembali, dengan segala kerendahan hati, harap mencantumkan link web ini, terimakasih.
Selasa, 21 Juli 2009
MANAJEMEN PELAKSANAAN RSBI
SMP NEGERI 1 BANTUL
oleh: BAMBANG EDY S.,MPd
STRATEGI SEKOLAH
• Penetapan standar kompetensi lulusan yang bertaraf internasional
• Pembuatan dokumen kurikulum internasional
• Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris dan ICT
• Peningkatan kualitas Proses Belajar Mengajar yang berbasis ICT dengan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum internasional
• Peningkatan kelengkapan fasilitas sekolah yang mendukung program SBI (memenuhi 8 SNP + X)
• Peningkatan standar pembiayaan siswa sesuai dengan standar internasional(SSN=2,9 jt, SBI=6 jt/siswa/tahun)
• Penetapan sistem penilaian dengan standar internasional
INDIKATOR VISI
VISI : Unggul dalam prestasi terampil berdasarkan Imtaq selalu terdepan menuju SBI
• Unggul dalam standar kompetensi lulusan bertaraf internasional
• Memiliki kurikulum yang bertaraf internasional
• Proses Belajar Mengajar yang berbasis ICT
• SDM Tenaga Kependidikan dan Pendidik yang bertaraf int
• Fasilitas sekolah yang lengkap (skrg blm) dan bertaraf internasional
• Unggul Dalam Manajemen Pengelolaan yang berbasis Manajemen Berbasis Sekolah/MBS dengan pola ICT
• Standar Biaya Pendidikan yang sesuai dengan Standar Internasnal
• Memiliki model sistem penilaian yang bertaraf internasional
MISI SEKOLAH
• Tercapainya standar kompetensi lulusan yang bertaraf internasional
• Terwujudnya seperangkat kurikulum yang bertaraf internasional
• Tercapainya mutu SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang bertaraf internasional(min S1, mampu b.inggris, menguasai ICT (International Communication and Tehknology). SMP 1 BTL masih kurang 2 TU yg ahli akutansi S1, 1 gr b.inggg S1, 1 gr Komp S1, 2 Laboran, 1 Pustakawan PNS S1,
• Terpenuhinya Fasilitas pokok sekolah yang bertaraf internasional
• Terwujudnya model manajemen berbasis sekolah secara penuh dengan pola berbasis ICT dan SIM (Sistem Informasi Manajemen)
• Tercapainya standar biaya siswa sekolah yang sesuai dengan standar internasional (6 juta/siswa/tahun)
• Memberi kesempatan kepada siswa miskin tapi cerdas
• Terwujudnya model sistem penilaian dengan standar internasional
KURIKULUM
• KTSP ( KELAS 7, 8, 9 )
• KURIKULUM SNP + X (Bagi siswa kelas RSBI skrg kls.7/4 kls. 8/2 kls, 9 Biling)
MODEL PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
• CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)
• BELAJAR TUNTAS ( M. LEARNING )
• PAIKEM(pemb aktif inov kreatf meny)
• JOYFULL LEARNING
• LEARNING COMUNNITY ( KOMUNITAS PEMBELAJARAN )
MODEL PENILAIAN
PBK ( PENILAIAN BERBASIS KELAS )
• FORTO POLIO
• UNJUK KERJA
• TUGAS-TUGAS
• ULANGAN HARIAN
• MID SEMESTER
• ULANGAN SEMESTER
• PENUGASAN
• DISKUSI DAN PRESENTASI
• ULANGAN KENAIKAN KELAS
• UJIAN NASIONAL DAN USEK
• UJIAN BILINGUAL
• REMIDIAL
PROGRAM LAYANAN SISWA
• MOVING STUDENTS SEMESTER CLASS
• REMIDIAL
• KLINIK PEMBELAJARAN
• PEMBELAJARAN TERBIMBING
• KONSELING
• PENGAYAAN
• PELAJARAN TAMBAHAN BAGI SISWA KELAS 7 & 8 SATU MINGGU 1X, KELAS 9 SATU MINGGU 3X, Bhs.Ingg bg kls RSBI
• PBM BERBASIS ICT
• LAYANAN PERPUSTAKAAN PUKUL 06.30 s.d 16.00 WIB
KULTUR SEKOLAH
• Melaksanakan Tata krama dan tata tertib bagi kehidupan sosial di sekolah bagi kepala sekolah, Guru, Staf/TU, Siswa
• Melaksanakan 4S (Seyum,Salam,Sapa,Sopan + Sun tangan kepada Guru dan Orangtua/ Tamu)
• Peduli dan berbudaya Lingkungan
• Hidup bersih (lingkungan sekolah bebas sampah)
•Menggunakan WC dan Toilet seperti dirumah sendiri (disiram sampai bersih, diberi wewangian), cleaning service selalu standby
•Infak setiap hari jum’at
• Sholat Dzuhur
• Sholat Jum’at
• Keputrian (setiap jum’at, bersamaan dengan kegiatan Jum’atan)
• Gebyar JUMSIH/Jum’at Bersih dan Senam
• Kultum di masjid sekolah setiap hari …..diatur oleh guru agama
• Kegiatan Ibadah agama Katolik/ Kristen / Budha
• English Day
• One Day Spiking Engglish tiap Jum’at, berbahasa jawa tiap sabtu
PROGRAM UNGGULAN
• Moving Students semester class
• Kelas Bilingual
• ADIWIYATA (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan/ perwujudan Sekolah Sehat)
• Koalisi Nasional
• SSN (Sekolah Standar Nasional)
• RSBI (Rints Sekolah Berstandar Internasional)
• SMP Negeri 1 Bantul sebagai Pusat Sumber Belajar
• SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN
• PERPUSTAKAAN (masih perlu perluasan+buku)
• LABORATORIUM BAHASA (perlu tamb rg dan alt)
• LABORATORIUM IPA (tambhn ruang, 2 guru dan alat)
• LABORATORIUM KOMPUTER (perlu tambh rg/alt d 1 gr pns)
• INTERNET semua ruang yg ada komputernya
• LAB. BAHASA DAN MULTIMEDIA (perlu tambhn)
• LINGKUNGAN SEKOLAH BERWAWASAN KESEHATAN
• KAMAR MANDI ideal 18 rg, sekolah baru ada 14 RG
• KOMPUTER LAPTOP UNTUK GURU = 8 BUAH
• LUAS TANAH SKRG 4000 M2,MINIM SBI 15.000 M2 (17 rb)
• CD-CD PEMBELAJARAN BHS.INGGRIS, MIPA,IPA, (yg ada) rencana semua mata pelajaran
• Lap OR, Gamelan, kolm renang, taman bermain belum ada
PENGEMBANGAN DIRI
• BOLA VOLLY PUTRA/ PUTRI
• BASKET PUTRA/ BASKET PUTRI
• SILAT PERISAI DIRI
• KARAWITAN
• PRAMUKA PASUS
• PMR DAN UKS
• SEPAK BOLA LAPANGAN
• SEPAK BOLA FUTSAL
• SEPAK BOLA TAKRAW
• TENIS MEJA
• BULU TANGKIS
• RENANG
• BACA TULIS AL-QUR’AN/TPA
• MUSIK
• ENGLISH CLUB
• MATH CLUB
• SCIENCE CLUB
• MADING
• Drumband
• PBB/TONTI
• Batik
Program Th.2008/2009
1. Workshop RAPBS semua gr/tu
2. Workshop Pembuatan Adsministrasi Pembelajaran (KTSP, Silabus, RPP) / Dokumen1/2
3. Workshop Tupoksi Gr/Tu
4. AMT / Outbond semua sw, gr/tu/ks
Dengan Iman Hidup menjadi tenang, dg Ilmu hidup menjadi mudah, dg Seni hidup menjadi indah. Indahnya persatuan kesatuan di antara kita. Wss.
Minggu, 21 Juni 2009
Kurikulum Kewirausahaan
Pengembangan Kurikulum Ekonomi Syariah untuk Tingkat Sekolah Menengah Pertama
PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITAS
PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITAS
Sebagai wujud pembinaan, Direktorat PLP, Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan monitoring dan evaluasi bagi sekolah yang melaksanakan program ini. Selain itu, mengingat program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris merupakan program rintisan yang dimulai pada tahun ajaran 2004/2005, maka tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaannya muncul masalah/kendala/hambatan terkait dengan implementasi program di sekolah. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus dipantau prosesnya, dievaluasi hasilnya, dan dibuat laporannya untuk mengetahui kemajuan termasuk hambatan-hambatan yang dijumpai. Hasil pemantauan dan evaluasi dapat digunakan sebagai bahan penyempurnaan bagi program ini di masa yang akan datang.
Monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengelolaan pendidikan, termasuk pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah. Hal itu didasari oleh pemikiran bahwa melalui kegiatan monitoring dan evaluasi akan dapat dilihat dan diukur perkembangan dan kemajuan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh sekolah dalam periode tertentu. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini perlu diikuti dengan kegiatan ME secara berkelanjutan, agar dapat dilihat proses pengelolaan sekolah dan sekaligus mengetahui apakah mutu yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak. Apabila diketahui adanya penyimpangan, maka segera dapat dilakukan perbaikan untuk selalu mengacu kepada rencana yang telah dirumuskan sebelumnya.
Hal yang penting dari pemantauan ini adalah hendaknya juga bersifat sebagai supervisi klinis untuk memberikan bimbingan/bantuan bahkan arahan secara langsung terhadap pemecahan masalah/kendala/hambatan yang timbul atau dihadapi pada tahap pelaksanaan program. Dengan supervisi ini, target yang diinginkan dalam pelaksanaan program diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan supervisi dilaksanakan dalam bentuk workshop bertempat di sekolah yang bersangkutan dengan melibatkan warga sekolah dan Dinas terkait, yaitu Pengawas dari dinas Kabupaten/Kota, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, guru dan siswa yang terlibat program. Berkaitan dengan diskusi dan pemecahan masalah dalam kegiatan supervisi ini, dapat dilakukan secara kelompok pleno maupun individu tergantung dari kebutuhan dan masalah yang muncul.
Berkaitan dengan supervisi klinis ini, perlu diperhatikan prinsip-prinsip dalam menjalankan supervisi, yaitu:
- Bimbingan kepada pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
- Hubungan supervisor dengan pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat kolegial dan interaktif.
- Supervisi bersifat demokratik; kedua belah mengemukan pendapat secara bebas, tetapi keduanya berkewajiban mengkaji pendapat pihak lain untuk mencapai kesepakatan.
- Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka.
- Dalam pelaksaan supervisi, masing-masing pihak harus mengutamakan tugas dan tanggung jawabnya.
- Balikan diberikan dengan segera dan objektif.
- Balikan harus bermanfaat untuk peningkatan pelaksanaan program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris .
Supervisor yang menjalankan supervisi klinis harus memiliki kriteria sebagai berikut:
- Memahami konsep dan penerapan supervisi;
- Memahami konsep dan penerapan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;
- Dapat membantu menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;
- Dapat memberikan arahan dan bimbingan kepada yang di supervisi.
Dalam kegiatan supervisi klinis ini, aspek-aspek yang perlu mendapat penekanan adalah:
- Guru MIPA, mencakup:
- latar belakang akademik,
- kemampuan substansi bidang MIPA,
- kemampuan berbahasa Inggris, misalnya dapat dilihat dari tingkat pemahaman siswa terhadap bahasa Inggris yang digunakan guru MIPA,
- kemampuan mengajar MIPA dalam bahasa Inggris, termasuk di dalamnya tahapan-tahapan yang ditempuh dalam langkah-langkah pembelajaran,
- kemampuan dalam menggunakan multimedia pendukung,
- upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terutama terkait dengan ESP (English for Spesific Purposes),
- tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
- Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.
- Guru Bahasa Inggris, mencakup:
- peran guru bahasa Inggris sebagai anggota Team Teaching dalam pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
- kemampuan membimbing kolega untuk meningkatkan English for Math and Science,
- kemampuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris guru MIPA,
- tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
- Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.
- Siswa, mencakup:
- kemampuan substansi guru bidang MIPA,
- kemampuan guru berbahasa Inggris,
- kemampuan mengajar guru MIPA,
- kemampuan guru dalam menggunakan multimedia pendukung,
- tingkat kesulitan materi yang diberikan oleh guru,
- upaya guru untuk memotivasi siswa berbahasa Inggris di kelas,
- interaksi siswa-guru dalam pembelajaran,
- kemampuan siswa dalam bahasa Inggris,
- kemampuan siswa memahami penjelasan/instrusksi /perintah yang diberikan guru dalam bahasa Inggris,
- peran guru bahasa Inggris dalam pembelajaran pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris,
- upaya yang ditempuh siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,
- tanggapan siswa terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
- Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi siswa.
- Kepala Sekolah, meliputi:
- manajemen sekolah terkait dengan program,
- dukungan yang diberikan sekolah,
- upaya meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam berbahasa Inggris,
- tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
- Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.
- Komite Sekolah atau Orang tua siswa, meliputi:
- dukungan dan peran serta yang diberikan,
- Tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris.
SMPN 1 Bantul
Kamis, 21 Mei 2009
Model-Model Pembelajaran dalam Bahasa Inggris
Implementasi pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus menghindari dihasilkannya lulusan dengan bahasa Inggris kelas 2 karena jeleknya tatabahasa dan ucapan. Perlu diperhatikan beberapa hal agar program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dapat diimplementasikan dengan tingkat pencapaian yang tinggi dalam kompetensi bidang studi maupun kompetensi dalam bahasa Inggris. Tingkat pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bahasa Inggris ditandai dengan keterampilan berbahasa Inggris yang lancar dan akurat, baik dari segi tatabahasa maupun ucapan.
Perlu diketahui bahwa program semacam ini disebut juga program imersi (immersion program). Sebagai catatan, di beberapa negara yang telah mengimplementasikan program semacam ini (misalnya Canada, Australia, Hongaria, Finlandia, dan Hongkong) dengan guru yang kompetensinya dalam bahasa target tinggi (bahkan dengan penutur asli) dan sarana pendukung yang memadai pada umumnya melaporkan hasil bahwa:
- Capaian kompetensi dalam bidang studi di kelas tersebut sebanding dengan kelas reguler.
- Penguasaan yang tinggi dan seimbang dalam bahasa target (bahasa yang hendak dikuasai) dan bidang studi biasanya sulit dicapai secara bersamaan. Artinya, pencapaian yang tinggi dalam satu aspek cenderung dibarengi oleh pencapaian yang agak rendah dalam aspek lainnya. Apabila pencapaian kompetensi dalam bahasa target tinggi, pencapaian kompetensi dalam bidang studi tidak setinggi pencapaiannya dalam bahasa target dan sebaliknya.
- Penguasaan bahasa lulusan/siswa dalam bahasa target jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan/siswa yang mengikuti kelas reguler, tetapi tidak sepadan dengan kemampuan penutur asli karena diwarnai oleh sejumlah kesalahan tatabahasa dan ucapan.
Agar pencapaian kompetensi dalam bidang studi dan bahasa Inggris tinggi dan seimbang, perlu upaya pengembangan program-program pendukung secara nyata seperti:
- Penciptaan suasana akademik dan sosial yang mendukung
- Penyelenggaraan Bridging Course bahasa Inggris
- Penyediaan Self-Access Learning Centre
- Dsb.
Selain itu perlu dikembangkan model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan ciri dan karakter yang ada pada sekolah pelaksana program. Berikut ini diuraikan beberapa contoh model pembelajaran
dimaksud.
Model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang baik adalah model yang memfasilitasi pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bidang studi dan dalam bahasa Inggris (subject matter and language) dan keduanya diberi perhatian secara proporsional. Focus on language sangat penting untuk menghindarkan siswa dari fosilisasi, yaitu pemerolehan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Inggris sebagaimana digunakan oleh penutur asli bahasa Inggris.
Contoh model pembelajaran:
1. Terpisah (parallel): perkembangan bahasa siswa difasilitasi melalui kegiatan penunjang di luar pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris yang diikuti siswa di sekolah.
- Siswa menerima pelajaran tambahan berupa English for Mathematics and Science yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris dan/atau guru MIPA. Materi pelajaran tambahan ini didasarkan pada kebutuhan dan urutan penyajian tema-tema pelajaran yang ada pada pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Idealnya sebelum siswa mempelajari pokok bahasan tertentu, siswa sudah diperkenalkan dengan bahasa (kosa kata, tata bahasa, ekspresi, dsb.) yang akan dipergunakan dalam mempelajari pokok bahasan tersebut. Fasilitasi pemerolehan English for Mathematics and Science melalui pelajaran bahasa Inggris reguler sebetulnya dimungkinkan, tetapi diperkirakan waktu yang disediakan untuk itu tidak mencukupi karena pelajaran bahasa Inggris reguler perlu mengikuti Kurikulum 2004 yang tidak kompatibel dengan kebutuhan English for Mathematics and Science.
- Model ini cocok bagi sekolah yang guru MIPA-nya memiliki pengetahuan kebahasaan yang terbatas dan team-teaching antara guru bahasa Inggris dan guru MIPA tidak dapat berjalan dengan baik.
- Dalam model ini pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris berlangsung dengan tahapan-tahapan pembelajaran seperti pada pembelajaran MIPA pada umumnya.
- Model ini agak mahal dan memerlukan waktu cukup banyak tetapi efektif dalam pencapaian tujuan (peningkatan kemahiran berbahasa Inggris).
2. Terpadu (integrated): perkembangan bahasa siswa difasilitasi secara terpadu dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Artinya, siswa menerima materi English for Mathematics and Science bersamaan ketika mereka menerima pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Model ini cocok/sesuai untuk guru MIPA dengan pengetahuan kebahasaan tinggi.
Diagram 2 berikut ini menggambarkan apa yang dilakukan oleh guru dan siswa pada setiap tahapan ketika mereka mengikuti pembelajaran. Secara umum, pembelajaran terbagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan (Preparation), tahap pembelajaran (The Lesson), dan tahap penguatan/pengayaan (Reinforcement/enrichment).
Sumber:
Dunia Guru.com
Selasa, 21 April 2009
KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRIS (BILINGUAL)
DALAM BAHASA INGGRIS (BILINGUAL)
A. Pengertian
Yang dimaksud dengan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah pembelajaran yang materi pelajaran, proses belajar mengajar, dan penilaiannya disampaikan dalam bahasa Inggris. Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris ini tetap menggunakan kurikulum nasional yang berlaku. Kurikulum nasional yang dimaksud adalah Kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi (KBK), termasuk di dalamnya menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual
(Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jadi, pengembangan silabus dan pengembangan sistem penilaiannya juga mengacu pada kurikulum tersebut. Namun demikian, meskipun Kurikulum 2004 digunakan sebagai acuannya, sekolah dapat menambah, memperluas,
dan memperdalam kurikulum yang berlaku sesuai dengan perkembangan internasional dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan tetap memperhatikan nilai-nilai dan budaya Indonesia yang ada.
B. Tujuan
Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris bertujuan untuk:
- menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi dalam Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu tersebut;
- menghasilkan lulusan yang memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang tinggi;
- meningkatkan penguasaan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris sesuai dengan perkembangan internasional;
- meningkatkan kemampuan daya saing secara internasional tentang Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai ilmu dasar bagi perkembangan teknologi (manufaktur, komunikasi, transportasi, konstruksi, bio dan energi);
- meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam bahasa Inggris, artinya siswa memiliki kemahiran bahasa Inggris yang baik; dan
- Menghubungkan Indonesia dalam perkembangan internasional di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Informasi, dan Teknologi.
C. Komponen Pokok Pengembangan Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan dalam Bahasa Inggris
Pada dasarnya, pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris menggunakan pendekatan sistem sehingga sekolah dipandang sebagai sistem. Sekolah sebagai sistem tersusun dari komponen-komponen baku yang saling terkait
untuk mencapai tujuan, yaitu konteks, input, proses, output, dan outcome.
- Konteks
Konteks adalah eksternalitas sekolah yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dan karenanya harus diinternasilasikan ke sekolah. Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah
sebagai bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya. Konteks meliputi kemajuan ipteks, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah, tuntutan globalisasi dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya. - Input
Input adalah segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses. Input yang dimaksud meliputi harapan sekolah (visi, misi, tujuan), kurikulum, ketenagaan, peserta didik, sarana dan prasarana, dana, peraturan perundang-undangan termasuk regulasi sekolah, struktur organisasi yang disertai deskripsi tugas dan fungsi, dan sistem administrasi.
- Proses
Proses adalah kejadian berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses disebut input dan sesuatu dari hasil proses disebut output. Dalam pendidikan berskala mikro (sekolah), proses yang dimaksud meliputi proses belajar mengajar, manajemen sekolah, dan kepemimpinan sekolah.
- Outcome
Outcome adalah dampak tamatan setelah kurun waktu agak lama. Outcome pendidikan meliputi kesempatan melanjutkan sekolah, kesempatan kerja, pengembangan diri, dan pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk mengetahui outcome, sekolah harus melakukan studi penelusuran tamatan.
4. Output
Output merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, dan inovasinya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik (ulangan umum, UAN, lomba karya ilmiah, dan lomba-lomba akademik lainnya) dan prestasi non-akademik (IMTAQ, karakter/kepribadian, keolahragaan, keseniaan, keterampilan vokasional, kepramukaan, dsb.)
Kerangka sekolah sebagai sistem dapat dilihat pada Tabel 1 dan Diagram 1 berikut.
Jika sekolah ingin melakukan analisis sekolah, yaitu analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat), maka dimulai dari outcome dan berakhir pada konteks. Jika sekolah ingin melakukan langkah-langkah pemecahan persoalan atau penyiapan sekolah, arahnya terbalik, yaitu dimulai dari konteks dan berakhir pada outcomes. Cara berpikir demikian adalah cara berpikir berurutan dengan
menggunakan kerangka pikir sistem.
Fokus Pengembangan pada Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris
Untuk mencapai tujuan seperti yang tertuang pada butir B, sekolah-sekolah penyelenggara program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris diharapkan memfokuskan kegiatannya pada aspek-aspek berikut.
- Pengembangan Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris
Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris perlu dikembangkan sesuai dengan perkembangan internasional. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang melaksanakan program yang dimaksud harus membangun jaringan nasional dan internasional dalam kerangka untuk memutakhirkan materi-materi yang dimaksud. Misalnya, melakukan kerjasama dengan fakultas MIPA di universitas terdekat sebagai salah satu upaya untuk memperoleh informasi/sumber-sumber terkini dalam hal literatur/buku teks MIPA. Hal yang sama dapat juga ditempuh dengan melakukan kerjasama dengan jurusan bahasa Inggris fakultas sastra, dalam upaya peningkatan kemampuan dalam bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya bagaimana membangun jaringan nasional dan internasional lihat suplemen pada buku panduan pengembangan sekolah koalisi.
- Pengembangan Media Pembelajaran
Mengingat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah hal baru dan memiliki taraf kesulitan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran reguler yang menggunakan medium bahasa Indonesia, maka diperlukan media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Media-media pendidikan yang dimaksud dapat menggunakan alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, selain menggunakan multimedia elektronika yang sarat animasinya.
- Peningkatan Kompetensi Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris
Guru-guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang membina program ini harus ditingkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya secara intensif dan terus menerus mengingat mereka umumnya belum disiapkan untuk mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Kursus-kursus, tutorial dari guru bahasa Inggris pada sekolah yang sama atau dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya, pembiasaan berbahasa Inggris setiap hari di sekolah, English area, pengadaan buku-buku Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris, dan cara-cara lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan guru dapat diupayakan dalam kerangka untuk mendukung peningkatan kemampuan guru dalam berbahasa Inggris.
- Pembiasaan Berbahasa Inggris di Sekolah
Para siswa dan guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris agar dibiasakan berkomunikasi dalam bahasa Inggris setiap hari di sekolah, baik secara oral maupun tertulis. Kebiasaan ini akan membangun karakter mereka dalam berbahasa Inggris, selain juga akan menciptakan suasana akademik dan sosial sekolah yang mendukung pengembangan program sehingga tujuan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan dapat berjalan dengan baik.
- Penerapan MBS dan Kepemimpinan Sekolah secara Konsisten
Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh manajemen dan kepemimpinan sekolah yang tangguh. Model manajemen berbasis sekolah dan kepemimpinan transformatif perlu dilaksanakan secara konsisten karena model-model tersebut telah teruji ketangguhannya.
Sumber:
SMPN 1 Bantul Jogjakarta
Jumat, 13 Maret 2009
Harapan dan Impian Alumni SMPN 2 Banjar
Arip Nurahman
(Founder Banjar Cyber School)
Bissmilahirrohmanirrohim.
Assalamulikum wr.wb.
wasalamulikum wr.wb.
Soal-soal Olimpiade Biologi
Ibunda Eti K., S.Pd.
1.Download soal-soal Olimpiade (Click it!)
Soal-soal untuk siswa SLTP (Click it!) :
- BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 1
- BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 2
- BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 3
- BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 1
- BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 2
- BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 3
- BAHASA JAWA SLTP KELAS 1
- BAHASA JAWA SLTP KELAS 2
- BAHASA JAWA SLTP KELAS 3
- IPS SLTP KELAS 1
- IPA SLTP KELAS 2
- IPS SLTP KELAS 3
- Matematika kelas 1 SLTP SMSTR 1
- Matematika kelas 2 SLTP SMSTR 1
- PKK SLTP KELAS 2
- PKK SLTP KELAS 3
- PPKN SLTP KELAS 1
- PPKN SLTP KELAS 2
- PPKN SLTP KELAS 3
- UNAS MATEMATIKA (C3) SMP MTS
- BAHASA INDONESIA (C1) SMP
- UNAS BAHASA INGGRIS SMP MTS
Kunci Jawaban Soal Olimpiade Biologi Kota/Kab. 2008
| Biologi Sel Molekuler, Mikrobiologi dan Bioteknologi | |||||||||
| 1 | A | 6 | C | 11 | E | 16 | A | ||
| 2 | C | 7 | C | 12 | B | 17 | D | ||
| 3 | B | 8 | D | 13 | A | 18 | D | ||
| 4 | C | 9 | D | 14 | A | 19 | E | ||
| 5 | D | 10 | E | 15 | C | 20 | E | ||
| Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan | |||||||||
| 1 | E | 6 | C | 11 | C | ||||
| 2 | B | 7 | A | 12 | C | ||||
| 3 | B | 8 | B | 13 | C | ||||
| 4 | E | 9 | C | 14 | C | ||||
| 5 | E | 10 | A | 15 | A | ||||
| | |||||||||
| Anatomi dan Fisiologi Hewan | |||||||||
| 1 | D | 6 | E | 11 | D | 16 | C | 21 | D |
| 2 | A | 7 | B | 12 | D | 17 | D | 22 | B |
| 3 | B | 8 | A | 13 | D | 18 | D | 23 | D |
| 4 | C | 9 | B | 14 | E | 19 | III,IV,II,I | 24 | C |
| 5 | D | 10 | E | 15 | C | 20 | E | 25 | C |
| Genetika dan Evolusi | |||||||||
| 1 | C | 6 | D | 11 | C | 16 | E | ||
| 2 | C | 7 | D | 12 | A | 17 | A | ||
| 3 | C | 8 | GUAGGUGACCAUCCU | 13 | B | 18 | C | ||
| 4 | E | 9 | Val-Gly-Asp-His-Pro | 14 | E | 19 | C | ||
| 5 | D | 10 | E | 15 | C | 20 | D | ||
| Etologi | |||||||||
| 1 | C | 2 | E | 3 | A | 4 | B | 5 | B |
| Ekologi | |||||||||
| 1 | D | 3 | B | 5 | C | 7 | B | 9 | C |
| 2 | B | 4 | C | 6 | D | 8 | A | 10 | A |
| Biosistematik | |||||||||
| Kingdom | : 1 | ||||||||
| Filum | : 2 | ||||||||
| Kelas | : 7 | ||||||||
| Ordo | : 19 | ||||||||
| Genus | : 21 | ||||||||
| 2. | E | ||||||||
| 3. | B | ||||||||
| Contoh Soal-Soal IBO 2007 | | | |
| | |
| | |
| Silahkan download soal-soalnya . Soal baru tanggal 9 Agustus 2007 SOAL OSN 2007, Surabaya Sewaktu-waktu filenya akan dihapus/diganti. Kunjungilah kami tiap hari! |
| Buku Ringkasan Materi dan Latihan Soal IBO | | | |
|
SOLD OUT!!! Biologi saat ini dapat dikatakan sebagai suatu ilmu modern yang lebih menarik untuk dipelajari. Perkembangan biologi di berbagai bidang seperti bioteknologi, lingkungan, kedokteran, pertanian, peternakan, kelautan dan lain-lain telah mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat. International Biology Olympiad (IBO) adalah ajang kompetisi dunia para siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dan telah dilakukan sebanyak 17 kali. Indonesia telah mengikuti IBO dengan mengirim siswa sejak tahun 2000. Kemampuan para siswa akan diuji dalam menjawab persoalan-persoalan biologi baik teori maupun praktek. Keingintahuan dan kreatifitas siswa dalam bidang biologi juga akan menjadi penilaian. Berbagai topik biologi secara lengkap digunakan sebagai materi uji teori dan eksperimen dalam IBO, diantaranya: biologi sel dan molekuler; mikrobiologi; bioteknologi; anatomi dan fisiologi tumbuhan; anatomi, fisiologi hewan dan manusia; etologi; genetika dan evolusi; ekologi; dan biosistematik. Buku Ringkasan Materi dan Latihan Soal IBO ini diharapkan dapat membantu para siswa dalam menguasai dan memahami konsep-konsep biologi modern. Tentang isi: Buku ini terdiri dari 8 bab yang meliputi: BAB 1 BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER Bab ini membahas tentang komponen kimia sel, komponen penting dalam kehidupan, organel-organel sel, metabolisme sel, sintesis protein, transpor melalui membran, mitosis dan meiosis, bioteknologi, serta dilengkapi dengan 5 buah latihan soal BAB 2 MIKROBIOLOGI Bab ini membahas tentang berbagai kehidupan mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, pemakaian mikroskop sebagai alat bantu, teknik-teknik dasar mikrobiologi, pertumbuhan mikroorganisme, respirasi mikroba, reproduksi mikroba, fungsi enzim, pengendalian mikroorganisme, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal BAB 3 ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN Bab ini membahas tentang struktur dan fungsi jaringan, organ tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi tumbuhan, kultur jaringan sebagai salah satu bioteknologi tumbuhan, transport dalam tumbuhan, transpirasi, proses fotosintesis, respirasi seluler, dilengkapi dengan 7 latihan soal. BAB 4 ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN Bab ini membahas tentang anatomi Hewan, pencernaan dan nutrisi, sistem respirasi, sitem sirkulasi, sistem ekskresi, pengaturan (saraf dan hormon), sistem endokrin, reproduksi dan perkembangan, dan sistem imunitas, dilengkapi dengan 10 buah latihan soal. BAB 5 ETOLOGI (PERILAKU) Bab ini membahas tentang perilaku sebagai akibat dari pengaruh genetis dan faktor lingkungan (innate, insting, pola aksi tetap/FAP=fixed action paterns), perilaku akibat proses belajar (habituasi, imprinting, asosiasi atau pengkondisian/associative learning, imitasi, dan inovasi), perilaku yang merupakan refleksi evolusi, perilaku sosial (agonistik, teritori dan altruistik), dilengkapi dengan 5 buah latihan soal BAB 6 GENETIKA DAN EVOLUSI Bab ini membahas tentang penyebab munculnya variasi genetik, prinsip Hardy-Weinberg, dan proses evolusi yang meliputi aliran genetik dan seleksi alam, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal BAB 7 EKOLOGI Bab ini membahas tentang organisasi dalam ekologi, populasi, komunitas, ekosistem, aliran energi, daur bio-geokimiawi global, produktivitas (bersih dan kotor, efisiensi energi), biosfer dan manusia, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal BAB 8 BIOSISTEMATIK Bab ini membahas tentang megabiodiversitas, biosistematik, prinsip dasar sistem klasifikasi, perkembangan sistem klasifikasi, serta keanekaragaman organisme. Bab ini dilengkapi dengan 5 buah latihan soal Pada bagian akhir buku ini ditaampilkan satu set latihan soal dan kunci jawaban yang akan melatih siswa dalam memecahkan masalah-masalah dalam bidang ilmu biologi PEMESANAN DAN PEMBELIAN Harga buku Rp100.000,- (pembelian langsung). |
Minggu, 08 Maret 2009
Assalamualikum wrw.b.
Assalammualaikum.Wr.Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta Inayahnya