Minggu, 21 Juni 2009

Kurikulum Kewirausahaan

Sekolah Menengah Pertama Pusat Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan


Pengembangan Kurikulum Ekonomi Syariah untuk Tingkat Sekolah Menengah Pertama

PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITAS

PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITAS

Sebagai wujud pembinaan, Direktorat PLP, Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan monitoring dan evaluasi bagi sekolah yang melaksanakan program ini. Selain itu, mengingat program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris merupakan program rintisan yang dimulai pada tahun ajaran 2004/2005, maka tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaannya muncul masalah/kendala/hambatan terkait dengan implementasi program di sekolah. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus dipantau prosesnya, dievaluasi hasilnya, dan dibuat laporannya untuk mengetahui kemajuan termasuk hambatan-hambatan yang dijumpai. Hasil pemantauan dan evaluasi dapat digunakan sebagai bahan penyempurnaan bagi program ini di masa yang akan datang.

Monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengelolaan pendidikan, termasuk pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah. Hal itu didasari oleh pemikiran bahwa melalui kegiatan monitoring dan evaluasi akan dapat dilihat dan diukur perkembangan dan kemajuan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh sekolah dalam periode tertentu. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini perlu diikuti dengan kegiatan ME secara berkelanjutan, agar dapat dilihat proses pengelolaan sekolah dan sekaligus mengetahui apakah mutu yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak. Apabila diketahui adanya penyimpangan, maka segera dapat dilakukan perbaikan untuk selalu mengacu kepada rencana yang telah dirumuskan sebelumnya.

Hal yang penting dari pemantauan ini adalah hendaknya juga bersifat sebagai supervisi klinis untuk memberikan bimbingan/bantuan bahkan arahan secara langsung terhadap pemecahan masalah/kendala/hambatan yang timbul atau dihadapi pada tahap pelaksanaan program. Dengan supervisi ini, target yang diinginkan dalam pelaksanaan program diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Kegiatan supervisi dilaksanakan dalam bentuk workshop bertempat di sekolah yang bersangkutan dengan melibatkan warga sekolah dan Dinas terkait, yaitu Pengawas dari dinas Kabupaten/Kota, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, guru dan siswa yang terlibat program. Berkaitan dengan diskusi dan pemecahan masalah dalam kegiatan supervisi ini, dapat dilakukan secara kelompok pleno maupun individu tergantung dari kebutuhan dan masalah yang muncul.

Berkaitan dengan supervisi klinis ini, perlu diperhatikan prinsip-prinsip dalam menjalankan supervisi, yaitu:

  • Bimbingan kepada pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
  • Hubungan supervisor dengan pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat kolegial dan interaktif.
  • Supervisi bersifat demokratik; kedua belah mengemukan pendapat secara bebas, tetapi keduanya berkewajiban mengkaji pendapat pihak lain untuk mencapai kesepakatan.
  • Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka.
  • Dalam pelaksaan supervisi, masing-masing pihak harus mengutamakan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Balikan diberikan dengan segera dan objektif.
  • Balikan harus bermanfaat untuk peningkatan pelaksanaan program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris .

Supervisor yang menjalankan supervisi klinis harus memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Memahami konsep dan penerapan supervisi;
  • Memahami konsep dan penerapan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;
  • Dapat membantu menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;
  • Dapat memberikan arahan dan bimbingan kepada yang di supervisi.

Dalam kegiatan supervisi klinis ini, aspek-aspek yang perlu mendapat penekanan adalah:

  1. Guru MIPA, mencakup:
  • latar belakang akademik,
  • kemampuan substansi bidang MIPA,
  • kemampuan berbahasa Inggris, misalnya dapat dilihat dari tingkat pemahaman siswa terhadap bahasa Inggris yang digunakan guru MIPA,
  • kemampuan mengajar MIPA dalam bahasa Inggris, termasuk di dalamnya tahapan-tahapan yang ditempuh dalam langkah-langkah pembelajaran,
  • kemampuan dalam menggunakan multimedia pendukung,
  • upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terutama terkait dengan ESP (English for Spesific Purposes),
  • tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
  • Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.

  1. Guru Bahasa Inggris, mencakup:
  • peran guru bahasa Inggris sebagai anggota Team Teaching dalam pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
  • kemampuan membimbing kolega untuk meningkatkan English for Math and Science,
  • kemampuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris guru MIPA,
  • tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
  • Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.

  1. Siswa, mencakup:
  • kemampuan substansi guru bidang MIPA,
  • kemampuan guru berbahasa Inggris,
  • kemampuan mengajar guru MIPA,
  • kemampuan guru dalam menggunakan multimedia pendukung,
  • tingkat kesulitan materi yang diberikan oleh guru,
  • upaya guru untuk memotivasi siswa berbahasa Inggris di kelas,
  • interaksi siswa-guru dalam pembelajaran,
  • kemampuan siswa dalam bahasa Inggris,
  • kemampuan siswa memahami penjelasan/instrusksi /perintah yang diberikan guru dalam bahasa Inggris,
  • peran guru bahasa Inggris dalam pembelajaran pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris,
  • upaya yang ditempuh siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,
  • tanggapan siswa terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
  • Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi siswa.

  1. Kepala Sekolah, meliputi:
  • manajemen sekolah terkait dengan program,
  • dukungan yang diberikan sekolah,
  • upaya meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam berbahasa Inggris,
  • tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris,
  • Kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.

  1. Komite Sekolah atau Orang tua siswa, meliputi:
  • dukungan dan peran serta yang diberikan,
  • Tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris.
Sumber:

SMPN 1 Bantul

Kamis, 21 Mei 2009

Model-Model Pembelajaran dalam Bahasa Inggris

Model-Model Pembelajaran dalam Bahasa Inggris

Implementasi pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus menghindari dihasilkannya lulusan dengan bahasa Inggris kelas 2 karena jeleknya tatabahasa dan ucapan. Perlu diperhatikan beberapa hal agar program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dapat diimplementasikan dengan tingkat pencapaian yang tinggi dalam kompetensi bidang studi maupun kompetensi dalam bahasa Inggris. Tingkat pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bahasa Inggris ditandai dengan keterampilan berbahasa Inggris yang lancar dan akurat, baik dari segi tatabahasa maupun ucapan.

Perlu diketahui bahwa program semacam ini disebut juga program imersi (immersion program). Sebagai catatan, di beberapa negara yang telah mengimplementasikan program semacam ini (misalnya Canada, Australia, Hongaria, Finlandia, dan Hongkong) dengan guru yang kompetensinya dalam bahasa target tinggi (bahkan dengan penutur asli) dan sarana pendukung yang memadai pada umumnya melaporkan hasil bahwa:

  1. Capaian kompetensi dalam bidang studi di kelas tersebut sebanding dengan kelas reguler.
  2. Penguasaan yang tinggi dan seimbang dalam bahasa target (bahasa yang hendak dikuasai) dan bidang studi biasanya sulit dicapai secara bersamaan. Artinya, pencapaian yang tinggi dalam satu aspek cenderung dibarengi oleh pencapaian yang agak rendah dalam aspek lainnya. Apabila pencapaian kompetensi dalam bahasa target tinggi, pencapaian kompetensi dalam bidang studi tidak setinggi pencapaiannya dalam bahasa target dan sebaliknya.
  3. Penguasaan bahasa lulusan/siswa dalam bahasa target jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan/siswa yang mengikuti kelas reguler, tetapi tidak sepadan dengan kemampuan penutur asli karena diwarnai oleh sejumlah kesalahan tatabahasa dan ucapan.

Agar pencapaian kompetensi dalam bidang studi dan bahasa Inggris tinggi dan seimbang, perlu upaya pengembangan program-program pendukung secara nyata seperti:

  1. Penciptaan suasana akademik dan sosial yang mendukung
  2. Penyelenggaraan Bridging Course bahasa Inggris
  3. Penyediaan Self-Access Learning Centre
  4. Dsb.

Selain itu perlu dikembangkan model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan ciri dan karakter yang ada pada sekolah pelaksana program. Berikut ini diuraikan beberapa contoh model pembelajaran
dimaksud.

Model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang baik adalah model yang memfasilitasi pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bidang studi dan dalam bahasa Inggris (subject matter and language) dan keduanya diberi perhatian secara proporsional. Focus on language sangat penting untuk menghindarkan siswa dari fosilisasi, yaitu pemerolehan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Inggris sebagaimana digunakan oleh penutur asli bahasa Inggris.

Contoh model pembelajaran:

1. Terpisah (parallel): perkembangan bahasa siswa difasilitasi melalui kegiatan penunjang di luar pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris yang diikuti siswa di sekolah.

  1. Siswa menerima pelajaran tambahan berupa English for Mathematics and Science yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris dan/atau guru MIPA. Materi pelajaran tambahan ini didasarkan pada kebutuhan dan urutan penyajian tema-tema pelajaran yang ada pada pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Idealnya sebelum siswa mempelajari pokok bahasan tertentu, siswa sudah diperkenalkan dengan bahasa (kosa kata, tata bahasa, ekspresi, dsb.) yang akan dipergunakan dalam mempelajari pokok bahasan tersebut. Fasilitasi pemerolehan English for Mathematics and Science melalui pelajaran bahasa Inggris reguler sebetulnya dimungkinkan, tetapi diperkirakan waktu yang disediakan untuk itu tidak mencukupi karena pelajaran bahasa Inggris reguler perlu mengikuti Kurikulum 2004 yang tidak kompatibel dengan kebutuhan English for Mathematics and Science.
  2. Model ini cocok bagi sekolah yang guru MIPA-nya memiliki pengetahuan kebahasaan yang terbatas dan team-teaching antara guru bahasa Inggris dan guru MIPA tidak dapat berjalan dengan baik.
  3. Dalam model ini pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris berlangsung dengan tahapan-tahapan pembelajaran seperti pada pembelajaran MIPA pada umumnya.
  4. Model ini agak mahal dan memerlukan waktu cukup banyak tetapi efektif dalam pencapaian tujuan (peningkatan kemahiran berbahasa Inggris).

2. Terpadu (integrated): perkembangan bahasa siswa difasilitasi secara terpadu dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Artinya, siswa menerima materi English for Mathematics and Science bersamaan ketika mereka menerima pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Model ini cocok/sesuai untuk guru MIPA dengan pengetahuan kebahasaan tinggi.

Diagram 2 berikut ini menggambarkan apa yang dilakukan oleh guru dan siswa pada setiap tahapan ketika mereka mengikuti pembelajaran. Secara umum, pembelajaran terbagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan (Preparation), tahap pembelajaran (The Lesson), dan tahap penguatan/pengayaan (Reinforcement/enrichment).


Sumber:

Dunia Guru.com



Selasa, 21 April 2009

KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRIS (BILINGUAL)

KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA
DALAM BAHASA INGGRIS (BILINGUAL)


A. Pengertian

Yang dimaksud dengan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah pembelajaran yang materi pelajaran, proses belajar mengajar, dan penilaiannya disampaikan dalam bahasa Inggris. Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris ini tetap menggunakan kurikulum nasional yang berlaku. Kurikulum nasional yang dimaksud adalah Kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi (KBK), termasuk di dalamnya menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual


(Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jadi, pengembangan silabus dan pengembangan sistem penilaiannya juga mengacu pada kurikulum tersebut. Namun demikian, meskipun Kurikulum 2004 digunakan sebagai acuannya, sekolah dapat menambah, memperluas,
dan memperdalam kurikulum yang berlaku sesuai dengan perkembangan internasional dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan tetap memperhatikan nilai-nilai dan budaya Indonesia yang ada.

B. Tujuan

Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris bertujuan untuk:

  1. menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi dalam Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu tersebut;
  2. menghasilkan lulusan yang memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang tinggi;
  3. meningkatkan penguasaan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris sesuai dengan perkembangan internasional;
  4. meningkatkan kemampuan daya saing secara internasional tentang Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai ilmu dasar bagi perkembangan teknologi (manufaktur, komunikasi, transportasi, konstruksi, bio dan energi);
  5. meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam bahasa Inggris, artinya siswa memiliki kemahiran bahasa Inggris yang baik; dan
  6. Menghubungkan Indonesia dalam perkembangan internasional di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Informasi, dan Teknologi.

C. Komponen Pokok Pengembangan Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan dalam Bahasa Inggris

Pada dasarnya, pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris menggunakan pendekatan sistem sehingga sekolah dipandang sebagai sistem. Sekolah sebagai sistem tersusun dari komponen-komponen baku yang saling terkait
untuk mencapai tujuan, yaitu konteks, input, proses, output, dan outcome.

  1. Konteks

    Konteks adalah eksternalitas sekolah yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dan karenanya harus diinternasilasikan ke sekolah. Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah
    sebagai bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya. Konteks meliputi kemajuan ipteks, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah, tuntutan globalisasi dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya.

  2. Input

    Input adalah segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses. Input yang dimaksud meliputi harapan sekolah (visi, misi, tujuan), kurikulum, ketenagaan, peserta didik, sarana dan prasarana, dana, peraturan perundang-undangan termasuk regulasi sekolah, struktur organisasi yang disertai deskripsi tugas dan fungsi, dan sistem administrasi.

  3. Proses

    Proses adalah kejadian berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses disebut input dan sesuatu dari hasil proses disebut output. Dalam pendidikan berskala mikro (sekolah), proses yang dimaksud meliputi proses belajar mengajar, manajemen sekolah, dan kepemimpinan sekolah.

  4. 4. Output

    Output merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, dan inovasinya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik (ulangan umum, UAN, lomba karya ilmiah, dan lomba-lomba akademik lainnya) dan prestasi non-akademik (IMTAQ, karakter/kepribadian, keolahragaan, keseniaan, keterampilan vokasional, kepramukaan, dsb.)

  5. Outcome

    Outcome adalah dampak tamatan setelah kurun waktu agak lama. Outcome pendidikan meliputi kesempatan melanjutkan sekolah, kesempatan kerja, pengembangan diri, dan pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk mengetahui outcome, sekolah harus melakukan studi penelusuran tamatan.

Kerangka sekolah sebagai sistem dapat dilihat pada Tabel 1 dan Diagram 1 berikut.
Jika sekolah ingin melakukan analisis sekolah, yaitu analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat), maka dimulai dari outcome dan berakhir pada konteks. Jika sekolah ingin melakukan langkah-langkah pemecahan persoalan atau penyiapan sekolah, arahnya terbalik, yaitu dimulai dari konteks dan berakhir pada outcomes. Cara berpikir demikian adalah cara berpikir berurutan dengan
menggunakan kerangka pikir sistem.


Fokus Pengembangan pada Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris

Untuk mencapai tujuan seperti yang tertuang pada butir B, sekolah-sekolah penyelenggara program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris diharapkan memfokuskan kegiatannya pada aspek-aspek berikut.

  1. Pengembangan Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris

    Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris perlu dikembangkan sesuai dengan perkembangan internasional. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang melaksanakan program yang dimaksud harus membangun jaringan nasional dan internasional dalam kerangka untuk memutakhirkan materi-materi yang dimaksud. Misalnya, melakukan kerjasama dengan fakultas MIPA di universitas terdekat sebagai salah satu upaya untuk memperoleh informasi/sumber-sumber terkini dalam hal literatur/buku teks MIPA. Hal yang sama dapat juga ditempuh dengan melakukan kerjasama dengan jurusan bahasa Inggris fakultas sastra, dalam upaya peningkatan kemampuan dalam bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya bagaimana membangun jaringan nasional dan internasional lihat suplemen pada buku panduan pengembangan sekolah koalisi.

  2. Pengembangan Media Pembelajaran

    Mengingat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah hal baru dan memiliki taraf kesulitan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran reguler yang menggunakan medium bahasa Indonesia, maka diperlukan media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Media-media pendidikan yang dimaksud dapat menggunakan alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, selain menggunakan multimedia elektronika yang sarat animasinya.

  3. Peningkatan Kompetensi Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris

    Guru-guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang membina program ini harus ditingkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya secara intensif dan terus menerus mengingat mereka umumnya belum disiapkan untuk mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Kursus-kursus, tutorial dari guru bahasa Inggris pada sekolah yang sama atau dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya, pembiasaan berbahasa Inggris setiap hari di sekolah, English area, pengadaan buku-buku Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris, dan cara-cara lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan guru dapat diupayakan dalam kerangka untuk mendukung peningkatan kemampuan guru dalam berbahasa Inggris.

  4. Pembiasaan Berbahasa Inggris di Sekolah

    Para siswa dan guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris agar dibiasakan berkomunikasi dalam bahasa Inggris setiap hari di sekolah, baik secara oral maupun tertulis. Kebiasaan ini akan membangun karakter mereka dalam berbahasa Inggris, selain juga akan menciptakan suasana akademik dan sosial sekolah yang mendukung pengembangan program sehingga tujuan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan dapat berjalan dengan baik.

  5. Penerapan MBS dan Kepemimpinan Sekolah secara Konsisten

    Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh manajemen dan kepemimpinan sekolah yang tangguh. Model manajemen berbasis sekolah dan kepemimpinan transformatif perlu dilaksanakan secara konsisten karena model-model tersebut telah teruji ketangguhannya.

Sumber:

SMPN 1 Bantul Jogjakarta

Jumat, 13 Maret 2009

Harapan dan Impian Alumni SMPN 2 Banjar

Oleh:

Arip Nurahman

(Founder Banjar Cyber School)

Bissmilahirrohmanirrohim.

Assalamulikum wr.wb.

Kami semua berharap dan mempunyai impian bahwa di waktu dekat SMPN 2 Banjar akan menjadi sekolah bertaraf International dan mempunyai karakteristik Lokal Khas yang Andal dalam IMTAQ dan selalu menjunjung Prestasi Setinggi-tingginya, kami para alumni akan terus berusaha membantu dan mewujudkan harapan dan impian itu, selalu semangat dan terus berjuang keras!.

wasalamulikum wr.wb.


Soal-soal Olimpiade Biologi

Kami di Bina Oleh:

Ibunda Eti K., S.Pd.

1.Download soal-soal Olimpiade (Click it!)


Soal-soal untuk siswa SLTP (Click it!) :
  1. BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 1
  2. BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 2
  3. BAHASA INDONESIA SLTP KELAS 3
  4. BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 1
  5. BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 2
  6. BAHASA INGGRIS SLTP KELAS 3
  7. BAHASA JAWA SLTP KELAS 1
  8. BAHASA JAWA SLTP KELAS 2
  9. BAHASA JAWA SLTP KELAS 3
  10. IPS SLTP KELAS 1
  11. IPA SLTP KELAS 2
  12. IPS SLTP KELAS 3
  13. Matematika kelas 1 SLTP SMSTR 1
  14. Matematika kelas 2 SLTP SMSTR 1
  15. PKK SLTP KELAS 2
  16. PKK SLTP KELAS 3
  17. PPKN SLTP KELAS 1
  18. PPKN SLTP KELAS 2
  19. PPKN SLTP KELAS 3
  20. UNAS MATEMATIKA (C3) SMP MTS
  21. BAHASA INDONESIA (C1) SMP
  22. UNAS BAHASA INGGRIS SMP MTS


Kunci Jawaban Soal Olimpiade Biologi Kota/Kab. 2008



Biologi Sel Molekuler, Mikrobiologi dan Bioteknologi

1 A 6 C 11 E 16 A

2 C 7 C 12 B 17 D

3 B 8 D 13 A 18 D

4 C 9 D 14 A 19 E

5 D 10 E 15 C 20 E











Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan



1 E 6 C 11 C



2 B 7 A 12 C



3 B 8 B 13 C



4 E 9 C 14 C



5 E 10 A 15 A













Anatomi dan Fisiologi Hewan




1 D 6 E 11 D 16 C 21 D
2 A 7 B 12 D 17 D 22 B
3 B 8 A 13 D 18 D 23 D
4 C 9 B 14 E 19 III,IV,II,I 24 C
5 D 10 E 15 C 20 E 25 C










Genetika dan Evolusi





1 C 6 D

11 C 16 E
2 C 7 D

12 A 17 A
3 C 8 GUAGGUGACCAUCCU 13 B 18 C
4 E 9 Val-Gly-Asp-His-Pro 14 E 19 C
5 D 10 E

15 C 20 D










Etologi







1 C 2 E 3 A 4 B 5 B










Ekologi







1 D 3 B 5 C 7 B 9 C
2 B 4 C 6 D 8 A 10 A










Biosistematik








Kingdom : 1







Filum : 2







Kelas : 7







Ordo : 19







Genus : 21







2. E







3. B





Contoh Soal-Soal IBO 2007




Silahkan download soal-soalnya .

Soal baru tanggal 9 Agustus 2007

SOAL OSN 2007, Surabaya

1. Praktikum Anatomi Hewan

2. Praktikum Fisiologi Hewan

Sewaktu-waktu filenya akan dihapus/diganti.

Kunjungilah kami tiap hari!






Buku Ringkasan Materi dan Latihan Soal IBO




Image

SOLD OUT!!!

Biologi saat ini dapat dikatakan sebagai suatu ilmu modern yang lebih menarik untuk dipelajari. Perkembangan biologi di berbagai bidang seperti bioteknologi, lingkungan, kedokteran, pertanian, peternakan, kelautan dan lain-lain telah mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat.

International Biology Olympiad (IBO) adalah ajang kompetisi dunia para siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dan telah dilakukan sebanyak 17 kali. Indonesia telah mengikuti IBO dengan mengirim siswa sejak tahun 2000. Kemampuan para siswa akan diuji dalam menjawab persoalan-persoalan biologi baik teori maupun praktek. Keingintahuan dan kreatifitas siswa dalam bidang biologi juga akan menjadi penilaian.

Berbagai topik biologi secara lengkap digunakan sebagai materi uji teori dan eksperimen dalam IBO, diantaranya: biologi sel dan molekuler; mikrobiologi; bioteknologi; anatomi dan fisiologi tumbuhan; anatomi, fisiologi hewan dan manusia; etologi; genetika dan evolusi; ekologi; dan biosistematik.

Buku Ringkasan Materi dan Latihan Soal IBO ini diharapkan dapat membantu para siswa dalam menguasai dan memahami konsep-konsep biologi modern.

Tentang isi:

Buku ini terdiri dari 8 bab yang meliputi:

BAB 1 BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER

Bab ini membahas tentang komponen kimia sel, komponen penting dalam kehidupan, organel-organel sel, metabolisme sel, sintesis protein, transpor melalui membran, mitosis dan meiosis, bioteknologi, serta dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

BAB 2 MIKROBIOLOGI

Bab ini membahas tentang berbagai kehidupan mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, pemakaian mikroskop sebagai alat bantu, teknik-teknik dasar mikrobiologi, pertumbuhan mikroorganisme, respirasi mikroba, reproduksi mikroba, fungsi enzim, pengendalian mikroorganisme, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

BAB 3 ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN

Bab ini membahas tentang struktur dan fungsi jaringan, organ tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi tumbuhan, kultur jaringan sebagai salah satu bioteknologi tumbuhan, transport dalam tumbuhan, transpirasi, proses fotosintesis, respirasi seluler, dilengkapi dengan 7 latihan soal.

BAB 4 ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN

Bab ini membahas tentang anatomi Hewan, pencernaan dan nutrisi, sistem respirasi, sitem sirkulasi, sistem ekskresi, pengaturan (saraf dan hormon), sistem endokrin, reproduksi dan perkembangan, dan sistem imunitas, dilengkapi dengan 10 buah latihan soal.

BAB 5 ETOLOGI (PERILAKU)

Bab ini membahas tentang perilaku sebagai akibat dari pengaruh genetis dan faktor lingkungan (innate, insting, pola aksi tetap/FAP=fixed action paterns), perilaku akibat proses belajar (habituasi, imprinting, asosiasi atau pengkondisian/associative learning, imitasi, dan inovasi), perilaku yang merupakan refleksi evolusi, perilaku sosial (agonistik, teritori dan altruistik), dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

BAB 6 GENETIKA DAN EVOLUSI

Bab ini membahas tentang penyebab munculnya variasi genetik, prinsip Hardy-Weinberg, dan proses evolusi yang meliputi aliran genetik dan seleksi alam, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

BAB 7 EKOLOGI

Bab ini membahas tentang organisasi dalam ekologi, populasi, komunitas, ekosistem, aliran energi, daur bio-geokimiawi global, produktivitas (bersih dan kotor, efisiensi energi), biosfer dan manusia, dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

BAB 8 BIOSISTEMATIK

Bab ini membahas tentang megabiodiversitas, biosistematik, prinsip dasar sistem klasifikasi, perkembangan sistem klasifikasi, serta keanekaragaman organisme. Bab ini dilengkapi dengan 5 buah latihan soal

Pada bagian akhir buku ini ditaampilkan satu set latihan soal dan kunci jawaban yang akan melatih siswa dalam memecahkan masalah-masalah dalam bidang ilmu biologi

PEMESANAN DAN PEMBELIAN

Harga buku Rp100.000,- (pembelian langsung).


Minggu, 08 Maret 2009

Assalamualikum wrw.b.

Mudah-mudahan berhasil

Assalammualaikum.Wr.Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta Inayahnya

bissmilahirohamnirrohim

assalamulikum wr.wb.

Mudah-mudahan hal ini bermanfaat amin!